Menurut para pejabat Palestina, ada 7 orang Palestina yang telah tewas dalam dua serangan udara yang dilakukan Israel terhadap Kota Gaza, sedangkan 2 serangan udara telah menewaskan 6 orang lainnya di Bureij dan Nuseirat, 2 di antara 8 kamp pengungsi di Jalur Gaza. Sebelumnya, kalangan otoritas Kesehatan di Gaza memberitahukan bahwa pada tanggal 1 September, ada sedikitnya 11 orang yang telah tewas ketika Israel melakukan serangan udara terhadap sekolah Safad, sekarang menjadi tempat perlindungan banyak warga Palestina.

Reruntuhan setelah serangan Israel di Jalur Gaza, pada tanggal 24 Agustus 2024 (Foto: Xinhua/VNA)

Ribuan orang di Israel, pada Senin (3 September), juga turun ke jalan untuk melakukan demontrasi pada hari kedua secara terus menerus untuk mengimbau Perdana Menteri Benjamin Netanyahu supaya menyepakati satu kesepakatan gencatan senjata dengan gerakan Islam Hamas untuk menjamin pembebasan para sandera di Jalur Gaza. Sebelumnya, pada tanggal 1 September, ada sedikitnya 500.000 orang di Tel Aviv dan Jerusalem telah turun ke jalan untuk menyatakan protesnya setelah Pasukan Penjaga Israel menemukan jasad 6 sandera di sebuah jalan di bawah tanah, di kawasan Rafah Jalur Gaza.