Seorang pejabat pertahanan senior Israel menegaskan bahwa Iran dan Hezbollah telah melancarkan serangan rudal bersama, dan menganggap ini sebagai tindakan koordinasi pertama terhadap Israel sejak konflik meledak kembali.

Hezbollah saat ini menerapkan taktik yang pernah digunakan dalam konflik-konflik sebelumnya dengan Israel, yaitu membagi pasukan menjadi kelompok-kelompok kecil dan menggunakan taktik gerilya. Pasukan ini sedang menghemat rudal anti-tank, untuk menghadapi kemungkinan serangan besar dan berkepanjangan yang dapat diluncurkan Israel.

Sementara itu, jumlah korban dan pengungsi di Lebanon terus meningkat tajam. Pemerintah negara tersebut menyatakan bahwa serangan-serangan udara yang dilakukan Israel telah menyebabkan 634 orang tewas sejak 2 Maret, di antaranya ada 91 anak-anak, sementara lebih dari 800.000 orang terpaksa mengungsi.