Informasi tersebut dikeluarkan setelah rapat kabinet keamanan yang diadakan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netayahu, pada saat konflik bersenjata antara tentara Israel dan gerakan Hamas dari Palestina berlarut-larut hingga hari ke-11 dan memberikan banyak sinyal positif yang menunjukkan kedua pihak akan melakukan gencatan senjata.
Sebelumnya pada hari yang sama, Gedung Putih juga menyatakan kegembiraan tentang kemungkinan akan berlangsungnya satu gencatan senjata antara Israel dan pasukan Hamas setelah lebih dari sepekan konflik dengan ekskalasi ketegangan di Jalur Gaza.
Berbicara di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menekankan bahwa tembakan roket Gerakan Hamas dan berbagai kelompok bersenjata lainnya di Jalur Gaza terhadap pusat-pusat pemukiman di Israel membuat 12 orang tewas, di antaranya anak-anak, dan hal ini tidak dapat diterima. Ia juga mengimbau semua pihak supaya diadakan kembali perundingan mengikuti solusi dua negara berdasarkan pada garis perbatasan yang diakui sebelum 1967.
