Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), pasukan AS melancarkan serangan tersebut untuk "memberikan balasan setimpal atas tindakan penargetan dan penyerangan terhadap kapal komersial." Para pejabat AS menyatakan bahwa sasaran serangan meliputi sistem pertahanan udara, sistem pengawasan pantai, rudal darat-ke-udara, peluncur rudal jelajah antikapal, pesawat tanpa awak (drone), serta fasilitas pelabuhan Iran. Pihak AS memperkirakan operasi serangan ini dapat berlangsung selama beberapa jam.

Sebelumnya, ketegangan kembali terjadi di kawasan Selat Hormuz ketika tiga kapal kargo diserang di perairan strategis tersebut pada Selasa (07 Juli). Di antara tiga kapal yang diserang, dua di antaranya adalah kapal pengangkut bahan bakar, termasuk satu kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik Qatar dan satu kapal tanker minyak mentah milik Arab Saudi. Kapal-kapal tersebut mengalami serangan saat sedang melintas di dekat pantai Oman, di luar jalur pelayaran yang ditentukan oleh Iran.