Namun, di lapangan, tentara Israel terus menggencarkan serangan-serangan udara yang sengit terhadap Lebanon, sehingga menimbulkan korban yang serius dan membangkitkan kecemasan bahwa upaya menurunkan suhu ketegangan akan terkena dampak.

Sebuah desa Houla di Lebanon Selatan. (Foto: Reuters)

Terkait dengan upaya mendorong kesepakatan gencatan senjata, Wakil Ketua Parlemen Lebanon, Elias Bou Saab, pada Senin sore (26 November), menegaskan bahwa tidak ada hambatan serius manapun dalam penggelaran kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari lagi antara IDF dan Hezbollah yang direkomendasikan Amerika Serikat. Wakil Ketua Parlemen Lebanon memberitahukan bahwa para pihak sepakat membentuk satu Komisi pengawas gencatan senjata dengan partisipasi dari 5 negara yang dipimpin AS.

Pada hari yang sama, di Kota Fiuggi, Italia, Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Grup Tujuh (G7) telah melakukan pembahasan dengan topik prioritas ialah mendorong solusi diplomatik untuk mencapai satu kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza dan Lebanon.