Pengumuman yang dikeluarkan Pasukan Bela Diri Israel (IDF) pada minggu malam memberitahukan bahwa Angkatan Udara negara ini telah melakukan banyak serangan udara terhadap Lebanon, sasarannya adalah para anggota, landasan peluncur rudal dan basis Gerakan Hezbollah.

Gencatan senjata selama 60 hari di Lebanon dengan sponsor Amerika Serikat (AS) resmi berlaku pada pagi dini tgl 27 November lalu. Tetapi selama beberapa hari ini, Tentara Israel secara terus-menerus melaksanakan serangan-serangan dengan Angkatan Udara dan Infanteri terhadap sasaran-sasaran Hezbollah di Lebanon Selatan. Banyak analisis mengkhawatirkan bahwa kesepakatan gencatan senjata ada bahaya cepat dirusak dan konflik sengit akan meledak kembali.

Terkait dengan situasi Timur Tengah, pada tgl 02 Desember, Organisasi Pengawasan Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) memberitahukan bahwa jumlah orang yang tewas selama beberapa hari terjadi konflik di Suriah Utara sejak pasukan pemberontak mencanangkan satu serangan besar telah mmeningkatkan menjadi 514 orang, di antaranya ada 92 warga sipil.

Pada hari yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres bersuara “memperingatkan” situasi eksalasi di Suriah, bersamaan itu mengimbau segera menghentikan konflik.