Ilustrasi (AFP/VNA)

Sumber berita resmi Turki menegaskan bahwa pasukan-pasukan negara ini telah menggunakan meriam dan pesawat tempur F16 dalam serangan balasan tersebut sehingga menewaskan sedikitnya 30 serdadu.

Dalam menghadapi situasi ini, banyak negara dan organisasi internasional telah berseru kepada semua pihak supaya mengekang diri, menghindari meningkatkan ketegangan. Dalam satu pernyataan resmi pada Senin (03 Februari), Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) memberitahukan bahwa Sekjen PBB, Antonio Guterres “sangat mengkhawatirkan” bentrokan baru-baru ini antara pasukan Turki dan Suriah di kawasan Suriah Barat Laut. Dia menganggap bahwa ini merupakan “satu ancaman terhadap perdamaian dan kestabilan regional dan internasional”, berseru kepada semua pihak supaya segera menghentikan situasi permusuhan.