Kongres ini dihadiri oleh 600 delegasi terkemuka, yang mewakili hampir 10 juta pejabat, anggota asosiasi, dan petani di seluruh negeri.
Pada upacara pembukaan Kongres tersebut, Ketua Pengurus Besar Asosiasi Petani Vietnam, Luong Quoc Doan, menegaskan bahwa dalam proses pembentukan dan perkembangannya, pejabat, anggota Asosiasi Petani, dan petani Vietnam telah mengembangkan kerajinan, kreativitas, persatuan, dan kemandirian, serta berupaya mengatasi kesulitan dan tantangan, serta meraih banyak prestasi penting.
Dalam pidatonya di Kongres tersebut, Anggota Harian Sekretariat Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, Tran Cam Tu, menekankan bahwa petani terus menjadi "penopang" perekonomian, berkontribusi dalam menjamin ketahanan pangan dan menjadikan Vietnam sebagai pengekspor produk pertanian terkemuka. Ia menegaskan bahwa Resolusi Partai menetapkan target dengan jelas yaitu mengembangkan pertanian ke arah ekologis dan sirkular, menerapkan teknologi tinggi; membangun pedesaan modern; meningkatkan nilai tambah dan daya saing; dan membangun kelas petani yang beradab dan berkembang secara komprehensif.
Untuk mencapai target tersebut, ia meminta:“Terus memperbarui pengorganisasian dan metode operasional Asosiasi Petani ke arah yang ramping, efektif, dan berbasis akar rumput. Meningkatkan kualitas jajaran pejabat. Menganggap petani sebagai sentral; mendukung pengembangan ekonomi pertanian menurut rantai nilai; mempromosikan transformasi digital, meningkatkan kualitas produk, dan memenuhi tuntutan pasar. Menerapkan program dan proyek pembangunan pertanian dan pedesaan secara efektif; mendukung petani mengakses asuransi, vokasi, dan mengembangkan kegiatan ekonomi kolektif”.
Setelah dua hari kerja (7-8 Juni), pada Senin sore (08 Juni), Kongres Nasional ke-9 Asosiasi Petani Vietnam resmi ditutup dan diluncurkan Badan Eksekutif Pengurus Besar Asosiasi Petani Vietnam angkatan IX untuk masa jabatan 2026-2031 dengan 81 anggota, di antaranya Luong Quoc Doan terus terpilih kembali menjadi Ketua Asoiasi Petani Vietnam.
