Sebelumnya, Balogun menerima kartu merah langsung saat AS mengalahkan Bosnia dan Herzegovina sehingga secara otomatis dijatuhi sanksi larangan bermain satu pertandingan sesuai peraturan FIFA. Namun, menjelang laga melawan Belgia pada 6 Juli, FIFA secara mengejutkan menghentikan pelaksanaan sanksi tersebut berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Alih-alih menjalani larangan bermain, Balogun dikenai masa percobaan selama satu tahun. Apabila dalam periode tersebut ia kembali melakukan pelanggaran berat, hukuman tersebut baru akan diberlakukan. Keputusan ini membuat Balogun tetap memenuhi syarat untuk tampil melawan Belgia. Keputusan ini menimbulkan banyak kontroversi, karena “penghapusan kartu” seperti ini hampir belum pernah terjadi sebelumnya.

Kontroversi ini semakin menjadi sorotan setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa dirinya secara langsung meminta FIFA untuk meninjau kembali kartu merah yang diterima Balogun. Namun, Trump menegaskan bahwa ia hanya meminta agar insiden tersebut ditinjau ulang dan tidak memberikan tekanan kepada FIFA untuk mengubah keputusan disiplin yang telah dijatuhkan.