Dengan posisi geografis (berbatasan dengan Tiongkok, negara pertama tempat wabah merebak) dan dengan skala populasi (sekitar 97 juta jiwa), Vietnam bisa menjadi satu klaster wabah Covid-19. Akan tetapi, dengan menggunakan pola melawan wabah dengan biaya rendah dan melaksanakan langkah-langkah dasar untuk menjamin keselamatan seperti secara permanen membersihkan tangan dan memakai masker, Vietnam berhasil mengendalikan wabah dalam waktu berbulan-bulan. Hingga saat ini, di Vietnam hanya tercatat kurang dari 2.500 kasus infeksi dan 35 kasus kematian.
Koran AS tersebut menekankan bahwa tidak ada negara dengan jumlah penduduk yang sama bisa mengendalikan wabah sebaik Vietnam.
Dalam pemeringkatan 98 negara tentang tingkat keberhasilan menghadapi pandemi yang diumumkan Institut Penelitian Lowy (Australia) pada 28 Januari, Vietnam menduduki posisi ke-2, hanya setelah Selandia Baru.
