Menurut harian keuangan tersebut, Vietnam mencatat peningkatan GDP mencapai sekitar 2,6% pada 2021 dan pemulihan ekonomi pasca pandemk Covid-19 direncanakan akan mengalami akselerasi pada 2022. Di samping itu, perusahaan konsultasi real estata Inggris “Knight Frank” memperkirakan bahwa ada sekitar 19.500 jutawan USD di Vietnam pada 2020. Hingga 2025, angka tersebut diperkirakan akan meningkat hampir 25% menjadi 25.000 orang.

Business Times juga menunjukkan perubahan drastis perkonomian Vietnam dalam beberapa tahun terakhir. Yaitu, pertama merebaknya kelas kaya. Kedua, lingkungan yang memacu start-up. Ketiga, merebaknya energi terbarukan. Keempat, selain merebaknya harta benda dan pemulihan ekonomi yang kuat, perkembangan yang kuat dari pasar real estata di Vietnam telah menyerap modal dari banyak perusahaan real estata Singapura. Dan terakhir, kebutuhan akan pembangunan infrastruktur yang besar. Cabang konstruksi Vietnam diperkirakan akan terus pulih pada tahun 2022, ketika beberapa proyek infrastruktur berskala besar memasuki tahap pengembangan baru.