Sidang ini akan membahas 51 agenda penting yang memiliki arti strategis bagi penyelesaian tugas-tugas tahun 2026 serta turut meletakkan fondasi bagi pembangunan sosial-ekonomi Kota Hanoi pada tahun –tahun mendatang.

Dalam pidato arahannya pada pembukaan sidang tersebut, Wakil Harian Ketua Majelis Nasional Vietnam, Do Van Chien menegaskan bahwa pada enam bulan pertama tahun 2026, Ibu Kota Hanoi telah menunjukkan potensi nyata yang menjanjikan sebagai lokomotif pembangunan melalui kontribusi yang menyeluruh dan bersifat fundamental. Perekonomian ibu kota mencatat pertumbuhan yang kuat, dengan Produk Domestik Regional Bruto (GRDP) meningkat 8,22% pada paruh pertama tahun ini, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Pemerintah kota juga telah memulai pembangunan lima jalur kereta perkotaan strategis, mempercepat pembangunan tujuh jembatan yang melintasi sungai, serta mulai menerapkan proyek kawasan beremisi rendah di dalam Jalan Lingkar I sejak tanggal 1 Juli.

Kota Hanoi merupakan pusat pertumbuhan yang sangat penting dan berperan sebagai penggerak utama bagi pembangunan nasional, guna mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 11% atau lebih pada enam bulan terakhir tahun 2026.

Pemerintah Kota perlu segera meninjau kembali dan menyesuaikan skenario pertumbuhan agar lebih sesuai dengan kondisi nyata, mengatasi seluruh hambatan yang menghalangi pembangunan, serta memobilisasi secara optimal seluruh sumber daya untuk mendukung pembangunan. Kota Hanoi harus benar-benar menjadikan hasil kepemimpinan dan pelaksanaan tugas politik, terutama pencapaian target pertumbuhan ekonomi, penerimaan anggaran, kemajuan pelaksanaan proyek dan pekerjaan konstruksi, serta realisasi penyerapan anggaran investasi publik, sebagai dasar penilaian terhadap kinerja organisasi maupun individu. Kapasitas para pimpinan dan pejabat yang diberi tanggung jawab memimpin suatu pekerjaan harus dikaitkan secara erat dengan hasil nyata yang dicapai oleh instansi, organisasi atau unit dipimpinnya.