![]() |
Ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-35 yang berlangsung di Bangkok, Ibukota Thailand, Presiden Duterte memperingatkan bahwa proteksionisme dan ketegangan perdagangan global sekarang ini sedang melemahkan perkembangan perekonomian-perekonomian ASEAN, di antaranya ada Filipina.
Dia menekankan: “Kita memerlukan satu sistem perdagangan yang terbuka dan berdasarkan prinsip-prinsip untuk mempertahankan pertumbuhan. Oleh karena itu, kita perlu menjamin makna penting dan hasil-guna yang terus-menerus dari WTO”. Menurut dia, ASEAN perlu mempercepat integrasi ekonomi yang lebih intensif dan ekstensif melalui berbagai program dan proyek konkret, seperti Perjanjian Kemitraan Ekonomi K5omprehensif Regional (RCEP).

