Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengatakan bahwa konferensi mengusung tema “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama”, yang menekankan tuntutan bahwa ASEAN perlu proaktif melakukan persiapan secara mandiri agar supaya kejutan-kejutan global di masa depan tidak dijadikan sebagai krisis-krisis bagi kawasan. Para pemimpin ASEAN menekankan kebutuhan untuk memperkuat konektivitas energi, diversifikasi sumber pasokan, mempercepat pengembangan energi terbarukan dan segera cepat meratifikasi Perjanjian kerangka ASEAN mengenai keemanan permigasan (APSA) serta mendorong pengoperasian Jaringan Listrik ASEAN.
Konferensi tersebut juga menekankan bahwa kerja sama maritim merupakan prioritas strategis ASEAN. Para pemimpin menegaskan kembali komitmen untuk menjaga perdamaian, keamanan dan kebebasna maritim sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS 1982), sekaligus mendorong negosiasi tentang Kode Etik Perilaku dari Para Pihak di Laut Timur (COC) agar lebih substansital dan efektif.
