Ketika memberi keterangan kepada kalangan pers pada tgg 17 Desember, Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba, Carlos Fernandez de Cossio menegaskan ini merupakan kebijakan konsekuen dari Havava sejak dua negara ini menggalang hubungan diplomatik pada tahun 2014. Diplomat ini juga memberitahukan bahwa negara tersebut tidak proaktif merekomendasikan atau menghentikan kegiatan-kegiatan dialog dan kerja sama yang sedang ada atau diskusi-diskusi tertutup tentang beberapa masalah sensitif. Havava akan menaruh perhatian pada pandangan Pemerintah AS yang baru, tapi tetap mempertahankan pendirian gigih yang menyelujuri selama 64 tahun ini yaitu bersedia bersama-sama dengan Washington mengembangkan hubungan yang serius, saling menghormati dan membela kepentingan kedaulatan bagi kedua belah pihak.