Ketika memimpin konferensi, Letnan Jenderal Nguyan Van Gau, Wakil Menteri Pertahanan (Menhan) Vietnam sekaligus Wakil Kepala Badan Pengarah urusan pencarian, pengumpulan dan identifikasi tulang belulang martir (Badan Pengarah Nasional 515) menekankan bahwa ini adalah tugas politik khusus yang teramat penting, serta memiliki makna sosial dan kemanusiaan yang mendalam. Hal ini, merupakan bentuk turut menyatakan penghormatan kepada para martir, sekaligus memperkokoh kepercayaan rakyat terhadap Partai, Negara dan Tentara Rakyat.
Agar menyelesaikan target operasi, Letnan Jenderal Nguyen Van Gau meminta berbagai lembaga dan unit memperkuat pencarian, pengumpulan dan identifikasi tulang belulang martir baik di dalam dan luar negeri, yang fokusnya di dalam negeri, terutama daerah titik berat seperti Tuyen Quang, Quang Tri, Da Nang, Quang Ngai, Gia Lai, Dak Lak, Tay Ninh, Dong Nai, Kota Ho Chi Minh. Seiring dengan itu memeprcepat laju dan menyelesaikan penjinakan bom dan ranjau serta bahan ledakan di wilayah utama Vi Xuyen (Provinsi Tuyen Quang), Provinsi Lao Cai dan Lang Son pada tahun 2026 agar mencari, mengumpulkan dan mengidentifikasi tulang belulang martir.
Sejak operasi tersebut dimulai pada 15 Maret 2026 hingga sekarang, satuan tugas telah berhasil menemukan dan mengumpulkan 177 tulang belulang martir di dalam dan luar negeri, serta membersihkan bom, ranjau dan bahan peledak di lahan seluas sekitar 630 Hektare.
