Sementara itu, Menlu Mesir, Sameh Shourkry menekankan bahwa Palestina tetap merupakan masalah penting papan atas terhadap dunia Arab. Dia berseru supaya memperkuat upaya-upaya untuk mengadakan kembali perundingan-perundingan damai yang bisa mendatangkan pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Ketika berbicara di depan sidang ini, Menlu Palestina Riyad Al-Maliki menganggap bahwa kelanjutan usaha yang adil dari Palestina bergantung pada dukungan negara-negara Arab terhadap hak-hak bersejarah dari orang Palestina.
Pada pertemuan itu, Menlu negara-negara Arab juga melakukan perbahasan tentang masalah-masalah politik, ekonomi, keamanan dan kebudayaan; mempelajari rancangan agenda Konferensi Tingkat Tinggi Arab yang akan diadakan di Tunis, Tunisia pada akhir Maret ini.
