Kedua tokoh tersebut adalah sanak keluarga mantan presiden Gotabaya Rajapaksa. Selain dua tokoh tersebut, 3 mantan pejabat dalam pemerintah Sri Lanka, di antaranya 2 mantan gubernur bank sentral juga tidak dibolehkan ke luar negeri ketika belum mendapat izin Mahkamah Agung hingga 28 Juli.
Pada hari yang sama, seorang pejabat dalam partai Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP) yang berkuasa mengumumkan partai ini akan menominasikan penjabat presiden Ranil Wickremesinghe menjadi presiden negara Asia Selatan ini ketika parlemen negara ini melakukan pemilihan presiden yang direncanakan diadakan pada 20 Juli.
Sekjen partai SLPP, Sagara Kariyawasam menunjukkan partai yang berkuasa akan menominasikan penjabat presiden Wickremesinghe dan mendukungnya dalam pemilihan presiden.
