(VOVworld) – Majelis Tinggi Inggris, Selasa sore (7/3), memelakukan pemungutan suara untuk menolak rekomendasi penyelenggaraan referendum ke-2 tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau disebut Brexit ke-2, tanpa memperdulikan soal Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada akhir 2019.

Ilustrasi
(Foto: internet)
Sekarang ini, Parlemen Inggris hanya dapat memberikan suara untuk menyetujui permufakatan Brexit dari Perdana Menteri Theresa May, atau keluar dari Uni Eropa tanpa permufakatan manapun dengan Uni Eropa dan dua pihak akan melakukan perbahasan berdasarkan pada berbagai prinsip dari Organisasi Perdagangan Sedunia (WTO).
