![]() |
Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah kalangan otoritas Jepang memperingatkan bahwa satu permufakatan Brexit yang buruk akan merugikan perusahaan-perusahaan Jepang yang sedang melakukan bisnis di Inggris.
Dalam satu perkembangan yang bersangkutan, Menteri Inggris urusan masalah Brexit, David Davis, pada hari yang sama, telah mencela Uni Eropa yang “beraktivitas secara kurang beriktikat baik” ketika mengungkapkan rencana sanksi terhadap London kalau negara ini melanggar ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Uni Eropa dalam tahap transisi setelah Inggris keluar dari “rumah bersama Eropa”. Ketika berbicara di depan kalangan pers di London, dia menekankan upaya sekarang ini antara Inggris dan Uni Eropa dalam menyusun satu permufakatan dalam periode transisi dengan tujuan menciptakan jembatan penghubung untuk menjamin kerjasama yang lancar antara dua fihak pada masa depan.

