PM Inggris, Theresa May (Foto: xinhua/vna)

Dia menegaskan bahwa Pemerintah Inggris tidak ingin menunggu sampai ada waktu yang paling kondusif baru mendorong perundingan dengan Uni Eropa. Di samping itu, pihak London menginginkan satu permufakatan dagang yang berskala lebih luas terbanding dengan permufakatan-permufakatan yang ada antara Uni Eropa dengan Kanada dan Norwegia, masalahnya sederhana karena Inggris sedang melakukan perundingan dari satu posisi yang berlainan dengan negara-negara ini.

Pada bulan lalu, Inggris dan Uni Eropa telah mencapai satu permufakatan tentang “perceraian’ membuka jalan bagi perundingan-perundingan tentang hubungan dagang pada masa depan antara dua pihak dan mendorong harapan tentang satu proses Brexit yang tertib.