Pada saat sekarang, meskipun upaya-upaya mendorong Parlemen Inggris cepat melaksanakan pemungutan suara untuk mengesahkan permufakatan Brexit sedang mengalami rintangan yang dihadapi para legislator, tapi PM Boris Johnsin masih merasa optimis akan skenario Brexit pada tanggal 31/10 ini. Namun, dia juga menekankan bahwa hal itu bergantung pada suara Uni Eropa.

Juga pada pernyataan tersebut, pemimpin Inggris menekankan kalau Partai Buruh yang beroposisi menentang usulan melaksanakan pemilihan umum pada tanggal 12/12 mendatang, Pemerintah pimpinan Partai Konservatif akan tidak menjalankan tema “Brexit” yang tidak berarti di parlemen. Dia memanifestasikan pendirian yang keras sehingga akan mendorong rencana-rencana Brexit seiring dengan penggelaran agenda di dalam negeri.