Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk (Foto: Xinhua / VNA)

Ketika berbicara kepada kalangan pers setelah pimpinan 27 negara Uni Eropa mengesahkan permufakatan Brexit dengan Inggris, Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk memberitahukan: “Nampaknya kami sedang sangat mendekati target terakhir”. Tentang bahaya permufakatan akan tidak melampaui Majelis Rendah, Presiden Donald Tusk memberitahukan akan berkonsultasi dengan negara-negara anggota tentang cara menghadapai kalau hal ini terjadi.

Pada pihaknya, Presiden Komisi Eropa, Jean-Clauder Juncker memperingatakan akan terjadai “situasi yang teramat rumit” kalau Majelis Rendah Inggris menolak permufakatan Brexit yang baru.

Menteri Keuangan Inggris, Sajid Javid menilai: permufakatan Brexit yang baru “berpeluang” diesahkan Parlemen. Dia menentang beberapa pendapat yang menganggap bahwa permufakatan ini akan berpengaruh lebih negatif terhadap perekonomian Inggris. Menteri Sajid Javid menekankan: Rencana tersebut akan membantu menghentikan instabilitas yang melekat pada perekonomian yang besarnya nomor 5 sejak para pemilih memberikan suara dalam referendum pada tahun 2016 untuk menyetujui keluarnya Inggris dari “rumah bersama” Eropa.