Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen (Foto: Reuters)

Presiden Ursula von der Leyen menegaskan bahwa Brexit hanya akan menjadi langkah permulaian dalam hubungan baru antara Kerajaan Inggris dan Uni Eropa, jafi bukan tanda titik habis. Dalam peringatan kepada para pendukung Brexit, dia menegaskan bahwa dua pihak akan melakukan kerjasama untuk membangun kembali hubungan-hubungan setelah perpisahan.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, pada Selasa (10 September), telah menegaskan bahwa dia tidak akan menuntut memperpanjang waktu Brexit – yang direncanakan akan berlangsung pada tanggal 31 Oktober mendatang. Dia menegaskan bahwa pemerintah akan memperkuat tekanan untuk melakukan perundingan tentang satu permufakatan Brexit dengan Uni Eropa, bersamaan itu tetap mempersiapkan skenario Brexit tanpa permufakatan.