![]() |
Rencana mengadakan KTT pertama ini dikeluarkan oleh Uni Eropa di Austria pada bulan lalu ketika berkomitmen memperkuat perbahasan-perbahasan dengan Mesir dan negara-negara Afrika Utara yang lain untuk membatasi situasi migran ilegal. Menurut para pejabat Uni Eropa, konferensi ini tidak hanya berbahas tentang masalah migran saja, melainkan juga berbahas tentang penguatan kerjasama dengan negara-negara Afrika menurut strategi yang ditunjukkan oleh Presiden Komisi Eropa, Jean Claude Juncker satu bulan lalu.
Sebelumnya, Uni Eropa telah menandatangani permufakatan-permufakatan kerjasama dengan Turki dan Libia, negara-negara yang dianggap sebagai pintu gerbang untuk para migra ilegal dari Afrika ke Eropa, oleh karena itu telah menurunkan jumlah migran yang masuk “benua tua” terbanding dengan masa klimaksnya pada tahun 2015.

