Mereka sekaligus berziarah ke lokasi penemuan kerangka para martir yang baru saja dikumpulkan di taman tersebut.
Sebagai seorang veteran yang pernah terlibat langsung dalam perang perlawanan tersebut, Tran Thi Bich Hoi (68 tahun), veteran Kecamatan Tan Phu, mengatakan:
"Hari ini, ketika melihat kerangka para martir ditemukan dan dikumpulkan, saya merasa sangat bahagia sekaligus terharu. Saya terharu karena mereka telah gugur demi rakyat dan tanah air. Saya sangat berterima kasih dan akan selalu mengenang mereka."
Sementara itu, Do Thi Thanh Huong, seorang warga Kota Ho Chi Minh, mengatakan:
"Sejak mendengar kabar ditemukannya kerangka para martir di tempat ini, kami langsung datang untuk mempersembahkan dupa. Setiap hari kami terus mengikuti informasi mengenai proses pencarian tersebut."
Setiap batang dupa yang dipersembahkan hari ini bukan sekadar bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang telah gugur, tetapi juga merupakan kelanjutan dari tradisi “minum air harus ingat pada sumbernya”. Selain itu, momen ini menjadi pengingat bagi generasi penerus bahwa perdamaian hari ini telah dibayar dengan pengorbanan para pahlawan dan martir.
