Menurut Koran The Straits Times dari Singapura, pada Sabtu (30 Mei), Sekjen sekaligus Presiden To Lam menilai bahwa ketidakstabilan saat ini mencerminkan tiga krisis fundamental yang sedang berlangsung secara serentak dan saling memengaruhi, yaitu krisis tatanan internasional, krisis model pembangunan, dan krisis kepercayaan strategis. Koran tersebut juga memperingatkan bahwa pemimpin Partai dan Negara Vietnam menyediakan sebagian besar pidato utamanya untuk membahas krisis tatanan internasional, di antaranya menekankan perlunya memperkuat hukum internasional dan pengendalian diri.

Dengan perspektif yang sama, kantor berita negara Turki, Anadolu (AA), memuat sebuah artikel yang menyatakan bahwa pesan utama dalam pidato Sekjen sekaligus Presiden To Lam adalah berseru memperkuat dialog, kerja sama, dan mengekang diri untuk menghadapi meningkatnya ketidakstabilan dalam tatanan internasional.

Koran New York Times (NYT) dari Amerika Serikat juga memperhatikan pidato utama Sekjen sekaligus Presiden To Lam pada Dialog Shangri-La, di antaranya menekankan hubungan antara perdamaian, stabilitas, dan pembangunan yang berkelanjutan. Mengutip penilaian dari beberapa pakar internasional, NYT menyatakan bahwa pidato Sekjen sekaligus Presiden To Lam di forum keamanan terkemuka di kawasan mencerminkan keinginan Vietnam untuk berpartisipasi lebih positif dalam upaya mempromosikan dialog, kerja sama, dan menangani tantangan bersama di kawasan dan dunia.