Kanselir Jerman Olaf Scholz (Foto: AFP/VNA)

Berbagai koran Jerman seperti Welt, Spiefel, Merkur, Radio Jerman (Deutschlandfunk)... meliput lawatan Kanselir Scholz. Koran “RP” (Koran Kantor Pos Sungai Rhein) memberitakan bahwa Kanselir Jerman, Scholz dan rombongan badan usaha, pada Sabtu malam (12 November) meninggalkan Berlin untuk memulai lawatan selama 4 hari ke Asia, menjadi lawatan paling panjang yang dilakukan pemimpin Jerman sejak dilantik pada Desember tahun lalu. Vietnam adalah persinggahan pertama dalam lawatan Kanselir Scholz.

Koran “Handelsblatt” (Koran Perdagangan) menegaskan bahwa badan-badan usaha Jerman semakin mengalihkan produksi ke Vietnam untuk menghindari risiko. Dari Maret saja sampai sekarang, lebih dari 10 pabrik baru Jerman telah dibangun di Vietnam. Artikel tersebut menilai bahwa tren perusahaan-perusahaan Jerman ini akan "dipasang sayap" melalui kunjungan Kanselir Jerman ke Vietnam.

Terkait hubungan bilateral Jerman-Vietnam, kalangan otoritas Jerman menilai bahwa Vietnam merupakan mitra ekonomi yang kuat bagi Jerman, kedua pihak dapat memperluas berbagai bentuk kerja sama. Kalangan otoritas Jerman juga sangat mengapresiasi bantuan satu sama lain antara kedua negara selama pandemi Covid-19, di antaranya Vietnam telah mengumpulkan derma dan memberikan bantuan berupa masker kepada Jerman, dan Jerman telah memberikan bantuan berupa lebih dari 10 juta dosis vaksin kepada Vietnam- salah satu negara penerima vaksin Jerman yang terbanyak di dunia.