Menurut koran ini, RDRK tidak percaya pada iktikat baik damai dari Amerika Serikat, oleh karena itu, Pyong Yang akan mencari cara menetralisasi semua sanksi alih-alih mengikuti penerimaan kelonggaran bagi sanksi-sanksi.
Sebelumnya, pada Jumat (3 Januari), di depan Sidang Pleno Komite Sentral Partai Pekerja Korea, pemimpin RDRK, Kim Jong-un menyatakan bahwa negara ini akan memperkenalkan satu ‘senjata strategis baru” pada masa depan yang dekat, bersamaan itu menuduh Amerika Serika yang sedang memperpanjang waktu demi kepentingan politiknya sendiri dan Pyong Yang akan menghentikan perundingan dengan Washington. Dalam reaksinya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tetap menyatakan kepercayaan bahwa pemimpin RDRK, Kim Jong-un akan mempertahankan janjiannya tentang denuklirisasi termasuk juga ketika pemimpin ini memperingatkan tentang satu “senjata strategis baru”.
