Serdadu AS dalam latihan perang gabungan di Polang pada 5 April 2018 (Foto: AFP/VNA)

Uriminzokkiri, website Pemerintah RDRK, menyatakan bahwa rencana membentuk kelompok ini menunjukkan secara jelas “iktikad buruk AS” untuk menghalangi berbagai proyek kerjasama antar-Korea.

Pada pekan lalu, Seoul dan Washington telah sepakat membentuk satu kelompok kerja untuk melakukan perbahasan yang permanen dan sistimatik tentang denuklirisasi, rezim perdamaian dan sanksi-sanksi terhadap RDRK.

Yang bersangkutan dengan latihan perang tersebut, pada 5 November, Republik Korea dan AS telah mengadakan kembali program latihan perang angkatan laut Republik Korea (KMEP) dengan partisipasi dari kira-kira 500 serdadu, di antaranya ada serdadu marinir AS yang datang dari pangkalan militer Okinawa, Jepang dan peralatan-peralatan militer seperti kapal pendarat ofensif. RDRK sering mengutuk latihan-latihan perang gabungan AS-Republik Korea sebagai tindakan yang menyiapkan satu agresi terhadap RDRK.