Komentar tersebut menilai bahwa pertemuan tersebut telah menunjukkan hal-hal yang tidak bisa dibayangkan bisa terjadi kalau dua pihak tidak saling percaya dan juga menilai, keadaan bersejarah ketika dua pepimpin RDRK dan AS siap mengadakan pertemuan yang belum pernah ada secara diplomatik, dua pemimpin tersebut telah melewati garis terbatas di DMZ secara nyaman dan mengadakan satu pertemuan yang menggembirakan, hal itu membuktikan secara jelas bahwa satu sejarah yang baru dalam perundingan dan perdamaian telah dimulai di Panmumjon – tempat di mana telah mencatat banyak kecurigaan, kesalah-mengertian dan permusuhan pada yang sudah lama. Presiden Donald Trump menjadi Presiden infungsi AS yang pertama masuk ke wilayah RDRK di DMZ.