![]() |
Menurut komentar tersebut, setelah lebih dari 3 dekade melaksanakan reformasi ekonomi, Konferensi Tingkat Tinggi APEC yang berlangsung di Vietnam kali ini punya makna penting dan besar di segi ekonomi dan strategi pada saat dunia sedang mengalami perubahan yang cepat. Komentar ini menunjukkan empat target pokok Vietnam pada konferensi kali ini yaitu menguasai peluang untuk menemui para pemimpin dari perekonomian-perekonomian anggota APEC untuk mendorong proses kerjasama menjadi berdaya-guna dan berhasil-guna; melanjutkan upaya-upaya untuk mengurangi rintangan perdagangan dan memperkuat investasi secara bebas; menggunakan peluang menyelenggarakan APEC untuk mendorong lebih lanjut lagi perdagangan bilateral guna memperluas aktivitas ekspor dan menyerap modal investasi asing; akhirnya kota Da Nang dianggap sebagai kota pelabuhan paling terkenal di Vietnam dan akan dianggap sebagai tempat mengkonektivitas Asia Tenggara dengan bagian sisanya dari dunia pada masa depan. Di samping kerjasama ekonomi, Konferensi Tingkat Tinggi APEC kali ini juga memberikan satu peluang yang tidak ada duanya. Sebagai negara tuan rumah APEC 2017, Vietnam dianggap akan mendorong perundingan antara 11 negara sisanya dalam TPP, mengusahakan komitmen lebih lanjut lagi agar permufakatan perdagangan dilanjutkan, bahkan kalau tidak ada partisipasi dari Amerika Serikat. Komentar ini menekankan: Suksesnya Konferensi Tingkat Tinggi APEC akan memperkuat lebih lanjut lagi peranan pelopor Vietnam dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN yang akan berlangsung kemudian. Vietnam sedang mempersiapkan ketuaan ASEAN pada tahun 2020 untuk menjamin bahwa blok ini akan berkoordinasi dalam cara-cara yang jelas untuk memperkuat peranan utama ASEAN dan hubungan-hubungan dengan luar kawasan maupun aktivitas-aktivitas membangun komunitas dengan cara mempersempit kesenjangan antara para anggota ASEAN yang lama dan yang baru,

