Menjelang acara tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam sekaligus Ketua SOM ASEAN Vietnam, Dang Hoang Giang memberikan wawancara kepada media.

Menurut Wakil Menteri Dang Hoang Giang p tujuan utama kunjungan kerja Perdana Menteri Le Minh Hung adalah memaksimalkan peran Vietnam sebagai “jembatan penghubung”, mendorong konsensus, serta memberikan kontribusi berupa orientasi kerja sama yang praktis guna menciptakan momentum baru bagi hubungan ASEAN–Rusia.

Vietnam akan memprioritaskan beberapa hal berikut:

Pertama, Vietnam akan bersama negara-negara ASEAN mendorong pendekatan yang substantif, seimbang, dan berorientasi pada hasil nyata dalam kerja sama ASEAN–Rusia. Vietnam juga akan mendorong berbagai inisiatif yang memiliki tingkat kelayakan tinggi, sesuai dengan kebutuhan ASEAN, keunggulan Rusia, dan tuntutan situasi saat ini.

Kedua, Vietnam berharap dapat berkontribusi dalam memperluas ruang kerja sama antara ASEAN dan kawasan Eurasia. Arah kerja sama ini memiliki makna praktis karena tidak hanya terbatas pada pertukaran politik, tetapi juga menciptakan manfaat nyata bagi kalangan bisnis, pemerintah daerah, dan masyarakat kedua pihak.

Ketiga, Vietnam akan bersama negara-negara lain bertukar pandangan mengenai situasi regional dan internasional, terutama isu-isu yang berdampak langsung terhadap perdamaian, stabilitas, keamanan energi, rantai pasok, dan pembangunan.

Menanggapi isu-isu utama serta makna dan signifikansi KTT bagi hubungan ASEAN–Rusia, Wakil Menteri Dang Hoang Giang menyatakan bahwa konferensi ini mencerminkan komitmen politik tingkat tertinggi kedua pihak terhadap Kemitraan Strategis ASEAN–Rusia. KTT tersebut juga menunjukkan penghargaan Rusia terhadap sentralitas ASEAN dalam arsitektur kerja sama kawasan Asia-Pasifik, sekaligus penghargaan ASEAN terhadap peran dan posisi Rusia di kawasan maupun di dunia.

KTT akan berfokus pada tiga agenda utama:

Meninjau secara menyeluruh perkembangan Kemitraan Strategis ASEAN–Rusia selama ini;

Membahas secara mendalam berbagai isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama;

Mengadopsi sejumlah dokumen penting yang akan menjadi pedoman kerja sama ASEAN–Rusia pada tahap berikutnya, guna menjawab kebutuhan pembangunan ASEAN dan Rusia dalam situasi baru.