
PM Nguyen Tan Dung menerima Menlu India ibu Sushma Swaraj
(Foto: danviet.vn)
Pada pihaknya, Menlu Sushma Swaraj memberitahukan: Pemerintah baru India menegaskan akan menghargai kerjasama dengan Vietnam dan beranggapan bahwa Vietnam punya posisi yang semakin penting di dunia. Menlu India juga menyampaikan undangan PM Narendra Modi untuk mengundang PM Nguyen Tan Dung melakukan kunjungan resmi ke India pada awal bulan Oktober mendatang guna berbahas tentang arah-arah besar dalam hubungan bilateral. Menlu India beranggapan bahwa potensi antara dua negara masih teramat besar dan berharap supaya dua pihak berupaya untuk memperkuat kerjasama di semua bidang. Menurut Menlu Sushma Swaraj, India memberikan apresiasi terhadaop posisi keamanan, pertahanan Vietnam dan berharap supaya Vietnam menjadi mitra bagi India di bidang ini.
PM Nguyen Tan Dung sepakat dengan semua proposal dari Menlu Sushma Swaraj, bersamaan itu menegaskan: Vietnam menyambut hangat kunjungan Presiden India ke Vietnam pada bulan September mendatang, bersamaan itu menyatakan terima kasih terhadap PM Narendra Modi yang mengundang PM Vietnam untuk melakukan kunjungan resmi ke India dan menganggap-nya sebagai peristiwa-peristiwa yang teramat penting untuk meningkatkan hubungan kemitraan strategis Vietnam-India yang terus berkembang ke ketinggian-ketinggian baru.
Bersangkutan dengan peristiwa ini, pada Senin pagi (25 Agustus), Deputi PM, Menlu Vietnam Pham Binh Minh telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj. Deputi PM, Menlu Pham Binh Minh menegaskan politik konsekuen Vietnam yalah menghargai pengembangan hubungan persahabatan tradisional dan Hubungan Kemitraan strategis dengan India, mendukung politik mengarah ke Timur dari India dan penguatan konektivitas India dengan kawasan Asia Tenggara. Menlu India, Sushma Swaraj memberikan apresiasi terhadap prestasi yang dicapai oleh Vietnam dalam usaha perkembangan sosial-ekonomi dan intergasi internasional; menegaskan bahwa Pemerintah baru India terus menganggap Vietnam sebagai salah satu diantara salah satu pilar dari Politik mengarah ke Timur dari India.
Dua fihak berkomitmen menciptakan syarat yang kondusif bagi badan-badan usaha dua negara untuk memperkuat ekonomi dan investasi. Dua fihak juga berbahas tentang masalah-masalah regional dan internasional yang menjadi minat bersama, misalnya kerjasama ASEAN- India, Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur (EAS), Forum Kawasan ASEAN (ARF), Perjanjian Kemitraan Ekonomi yang komprehensif (RCEP) dan kerjasama dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada sore hari yang sama, Deputi PM, Menlu Pham Binh Minh dan Menlu India bersama-sama memimpin upacara pembukaan Lokakarya dengan tema Jaringan sarjana ASEAN- India yang diselenggarakan di kota Hanoi./.
