Dalam konferensi pers tersebut, perwakilan Dinas Perencanaan dan Arsitektur Kota Hanoi menjelaskan bahwa Rencana induk Ibu kota Hanoi dengan visi 100 tahun berlandaskan pada visi pembangunan ibu kota yang “Berbudaya – Beradab – Modern – Bahagia”, dengan menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

Struktur pengembangan ruang kota akan menerapkan model “bertingkat, berlapis, multipolar, dan multisentral”, dengan Sungai Merah sebagai poros utama lanskap ekologi dan budaya. Rencana tersebut mencakup 9 kutub pengembangan, 9 koridor utama, dan 9 koridor penggerak sebagai fondasi pembangunan kota di masa depan. Wakil Direktur Dinas Perencanaan dan Arsitektur Kota Hanoi, Tran Quang Tuyen, menyatakan: "Rencana induk yang diumumkan tersebut juga disertai dengan daftar proyek investasi prioritas yang akan segera dilaksanakan. Pemerintah Kota Hanoi akan segera memulai sejumlah proyek strategis, termasuk sistem kereta api perkotaan (metro), berbagai proyek infrastruktur transportasi, koridor lanskap perkotaan di sepanjang Sungai Merah, kawasan olahraga Olimpiade, serta kawasan perkotaan multifungsi yang mengintegrasikan perumahan komersial dengan perumahan untuk masyarakat. Hasil ini dilakukan untuk mengaitkan secara erat perencanaan tata ruang dengan arus investasi strategis dipandang sebagai solusi mendasar agar pembangunan infrastruktur sosial selalu selangkah lebih maju dibandingkan kebutuhan pengembangan kota”.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Hanoi juga akan meluncurkan sistem pengelolaan data dan digitalisasi 360 derajat untuk proyek-proyek yang bertujuan menarik investasi. Selain itu, akan dilakukan evaluasi dan analisis terhadap berbagai solusi guna meningkatkan daya tarik investasi, serta mempromosikan proyek-proyek kerja sama investasi di sejumlah sektor prioritas, seperti keuangan, infrastruktur perkotaan, pendidikan, dan kewirausahaan berbasis inovasi.