Dalam satu pernyataannya, FRA memberitahukan bahwa rasisme, pelecehan dan kekerasan yang bersifat etnis sedang menjadi umum di Eropa. Direktur FRA, Michael O’Flaherty menekankan bahwa tidak ada orang yang akan menjadi sasaran serangan hanya karena warna kulitnya. Mereka tidak takut ketika dicegah oleh polisi hanya karena mereka adalah orang negro”. Di juga mengimbau kepada semua negara Uni Eropa supaya bekerjasama satu sama lain untuk menghentikan sepenuhnya situasi ini.

Pada hari yang sama, kalangan otoritas Australia dan Perancis telah melarang penyelenggaraan demonstrasi-demonstrasi menentang rasisme dengan alasan semua kerumunan yang berskala besar menimbulkan bahaya menyebarkan virus SARS-CoV-2 yang mengakibatkan wabah Covid-19.