Kementerian Luar Negeri AS pada hari yang sama menyatakan bahwa kunjungan selama lima hari, dari 19 hingga 23 Juli, yang dilakukan Menlu AS tersebut bertujuan mendorong salah satu prioritas kebijakan luar negeri utama dari pemerintahan Presiden Donald Trump, yaitu membangun kawasan Indo-Pasifik yang “bebas dan terbuka”, turut menjamin keselamatan, keamanan, dan kemakmuran bagi negara-negara di kawasan maupun masyarakat AS.
Kementerian Luar Negeri AS juga menyebutkan bahwa AS dan Filipina berencana akan membahas penguatan kerja sama di bidang pertahanan, keamanan, dan ekonomi.
