Menlu Rusia, Sergey Lavrov (Foto: AFP/VNA)

Ketika berbicara di depan satu sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) tentang non-proliferasi nuklir, Menlu Sergey Lavrov menegaskan bahwa permufakatan nuklir Iran yang disebut Rencana Aksi Bersama yang Komprehensif (JCPOA) yang ditandatangani oleh Teheran dan Kelompok P5+1 (yang meliputi Inggris, Amerika Serikat (AS), Rusia, Perancis, Tiongkok plus Jerman) pada tahun 2015 merupakan prestasi diplomatik yang penting, sungguh-sungguh memberikan sumbangan dalam memperkokoh mekanisme non-proliferasi nuklir dan menjaga keamanan dan perdamaian internasional.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, ketika berbicara di depan DK PBB juga menekankan bahwa harus mempertahankan permufakatan nuklir Iran “demi kepentingan dunia.”