(VOVworld)- Pada Sabtu (12 April), Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Yoshitaka Shindo mengunjungi Kuil Yasukuni di ibukota Tokyo. Ketika diinterviu oleh Kantor Berita Jepang “Kyodo”, Menteri Yoshitaka Shindo menunjukkan: Ini merupakan satu kunjungan pribadi dan dia mendapat “hak menentukan”. Di samping itu, menurut kantor berita “Jiji Press”, Menteri Yoshitaka Shindo telah menolak kemampuan kunjungan menimbulkan perselisihan diplomatik dan menegaskan: Berziarah kepada Kuil memuja para serdadu yang tewas dalam perang dilakukan di semua negara. Namun, gerak-gerik baru tersebut dengan segera menghadapi protes Tiongkok dan Republik Korea.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hung Lei menunjukkan: Kunjungan Menteri Yoshitaka Shindo di kuil Yasukuni telah sekali lagi memunjukkan sikap yang salah tentang sejarah dari Pemerintah sekarang. Juru bicara Hung Lei juga memberitahukan: Tiongkok telah mengirim nota untuk memprotes Jepang. Pada pihak Republik Korea, kantor berita “Yonhap” memberitakan: Negara ini mengecam kunjungan Menteri Dalam Negeri Jepang di Kuil Yasukuni dan menganggapnya sebagai satu “tantangan” terhadap semua negara tetangga./.

Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Yoshitaka Shindo
beserta istri dan anak nya mengunjungi Kuil Yasukuni di ibukota Tokyo
(Foto: vnexpress.net)
beserta istri dan anak nya mengunjungi Kuil Yasukuni di ibukota Tokyo
(Foto: vnexpress.net)
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hung Lei menunjukkan: Kunjungan Menteri Yoshitaka Shindo di kuil Yasukuni telah sekali lagi memunjukkan sikap yang salah tentang sejarah dari Pemerintah sekarang. Juru bicara Hung Lei juga memberitahukan: Tiongkok telah mengirim nota untuk memprotes Jepang. Pada pihak Republik Korea, kantor berita “Yonhap” memberitakan: Negara ini mengecam kunjungan Menteri Dalam Negeri Jepang di Kuil Yasukuni dan menganggapnya sebagai satu “tantangan” terhadap semua negara tetangga./.
