
Ketua DPR Amerika AS, Paul Ryan
(Foto: slate.com)
Pada pembicaraan ini, Presiden El-sisi menunjukkan bahwa dengan kemampuan militer sekarang, Mesir akan turut mencegah melandanya aktivitas Organisasi yang menamakan diri sebagai “Negara Islam” (IS) ke Eropa dan benua Amerika. Dia juga mengecam “pendirian permusuhan” AS terhadap gejolak politik Mesir sejak yang menggulingkan Presiden Islam, Mohamed Morsi pada Juli 2014. Sementara itu, Ketua Paul Ryan menekankan Washington tidak mendukung satu partai politik tersendiri di Mesir, melainkan mendukung demokrasi dan badan pimpinan dan Parlemen yang dipilih negara ini. Menurut dia, kestabilan politik di Mesir punya arti penting bagi kawasan Timur Tengah dan ini adalah alasan mengapa Ketua Majelis Rendah AS memilih Kairo sebagai tempat persinggahan pertama dalam perlawatan ke negara-negara di kawasan.
