
Patung Sphinx - bangunan terkenal di Mesir (Ilustrasi)
(Foto: .tinmoi.vn)
Pada Minggu (25 Januari), Kementerian Luar Negeri Mesir memberitahukan: Uni Afrika akan mengirim satu delegasi yang beranggotakan dari 50-60 orang untuk ikut mengawasi pemilu legislatif di negara ini. Sementara itu, pada 15 Januari ini, Parlemen Eropa mengumumkan akan tidak mengirim rombongan-nya untuk mengawas pemilu Parlemen di Mesir, dengan alasan ialah pemilihan Presiden yang diselenggarakan pada Mei tahun lalu di negara Afrika Utara "tidak memenuhi patokan-patokan internasional". Parlemen Eropa juga mengatakan: Tidak sesuai untuk mengirim para pengamat untuk ikut dalam mengawasi pemilu yang akan datang. Sedangkan, Institut Carter dari Amerika Serikat juga memberitahukan akan tidak ikut mengawasi pemilu ini karena “suasana perpecahan” di Mesir./.
