Pada 21 Agustus lalu, FTSE Russell mengumumkan hasil peninjauan tengah tahunan September 2026 terhadap rangkaian indeks ekuitas global FTSE. Berdasarkan hasil tersebut, 27 saham Vietnam dimasukkan ke dalam indeks kapitalisasi pasar secara keseluruhan (FTSE Emerging), mulai sesi transaksi 21 September. Tanggal tersebut juga menandai saat Vietnam secara resmi beralih dari kategori pasar frontier ke kategori pasar berkembang sekunder (Secondary Emerging Market) menurut penilaian lembaga tersebut.
Direktur Utama Perusahaan Manajemen Dana Vietcombank (VCBF), Nguyen Thi Hang Nga, menilai: “Kenaikan peringkat, di satu sisi, menegaskan bahwa pasar kita telah memenuhi berbagai standar sebagai pasar berkembang sekunder. Kedua, kenaikan peringkat ini juga menumbuhkan harapan akan masuknya arus modal asing ke pasar Vietnam. Data menunjukkan bahwa diperkirakan hampir 2 miliar dolar AS dapat mengalir ke pasar Vietnam dari berbagai dana investasi. Ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan likuiditas pasar sekaligus memperluas kepemilikan investor asing di pasar Vietnam”.
Sebanyak 27 saham yang kali ini dimasukkan ke dalam indeks saham FTSE lebih banyak dari perkiraan sebelumnya dan membuka peluang untuk menarik lebih dari 2,2 miliar dolar AS modal investasi pasif dari berbagai dana internasional. Arus modal tersebut akan dialokasikan secara bertahap, dengan sebagian besar porsi investasi ditargetkan pada tahun 2027. Yang penting, langkah ini menandai untuk pertama kalinya sejumlah besar saham Vietnam masuk ke dalam sistem indeks global, sekaligus mencerminkan perjalanan reformasi pasar saham Vietnam yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
