Pada sidang yang berlangsung selama lebih dari 2 jam, para wakil dari banyak negara dan kelompok negara telah menyampaikan pidato yang antara lain menekankan perlunya mempertahankan kenyataan situasi Yerusalem menurut semangat resolusi-resolusi PBB dan mendorong proses perdamaian Timur Tengah melalui perundingan langsung antara orang Israel dan orang Palestina.
Setelah MU PBB mengesahkan resolusi tersebut pada Kamis (21 Desember), beberapa negara telah mengeluarkan reaksi-reaksi pertama.
Juru bicara Presiden Palestina, Abu Rdainah menyambut hasil pemungutan suara tersebut dan menyatakan “pemungutan suara ini merupakan kemenangan bagi Palestina”. Sebaliknya, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan protes terhadap pemungutan suara yang dijalankan oleh MU PBB. Dalam pidatonya dalam bahasa Hebrew, PM Benjamin Netanyahu menunjukkan : “Israel menolak resolusi PBB ini, tapi kami merasa puas karena sejumlah besar negara-negara telah tidak mendukung resolusi ini.”
Sementara itu, Presiden Turki, Tayyip Erdogan menyambut pengesahan resolusi dari MU PBB, bersamaan itu berseru kepada Presiden AS, Donald Trump supaya menarik keputusan tentang pengakuan Jerusalem sebagai Ibukota Israel.

