Direrktur Jenderal Zaw Htay menunjukkan: Konferensi ini akan berfokus membahas masalah-masalah keamanan dengan kelompok-kelompok bersenjata dan hak-hak dari etnis-etnis minoritas dan kesetaraan gender dalam politik, yang sudah merupakan bagian titik berat dalam politik federal. Dia menambahkan: Pemerintah Myanmar akan terus mengadakan perundingan tentang soal mengundang kelompok-kelompok bersenjata yang tidak ikut menandatangani permufakatan gencatan senjata nasional (NCA) untuk menghadiri konferensi tersebut.
Setelah NCA dicetuskan pada tahun 2015, Pemerintah Myanmar infungsi dua kali telah mengadakan Konferensi Perdamaian Panglong abad XXI pada Agustus 2016 dan Mei 2017. Pada Konferensi kali kedua ini, Pemerintah Myanmar dan kelompok-kelompok bersenjata telah menghimpun 37 prinsip yang telah diesahkan menjadi satu Traktat Federal dalam proses perdamaian Tanah Air. Konferensi kali ketiga yang akandatang dijadwalkan akan membahas prinsip-prinsip dasar yang masih belum disempurnakan tentang rezim federasl dan membangun satu sistim prinsip baru bagi pembentukan federasi.
