Sekjen NATO, Jens Stoltenberg (Foto: VNA)

Dia menunjukkan bahwa NATO sedang memperkuat pelatihan seperti: menjinakkan-nya alat ledak buatan, pekerjaan kedokteran militer, pemeliharaan peralatan militer dan beberapa bidang yang lain. Selain itu, NATO sedang berencana membantu Irak membentuk berbagai sekolahan dan akademi militer.

Pernyataan pemimpin NATO tersebut dikeluarkan hanya beberapa hari setelah Parlemen Irak berseru kepada Pemerintah Irak supaya menetapkan jadwal waktu bagi penarikan serdadu asing ke luar negara ini. Sebelumnya, sejak bulan 10/2014, Amerika Serikat telah membentuk satu koalisi anti-terorisme internasional yang terdiri dari banyak negara dan organisasi internasional seperti NATO untuk membantu pasukan-pasukan Irak melawan Organisasi yang menamakan diri “Negara Islam” (atau IS).