Hal itu menanifestasikan perselisihan mendalam antara pimpinan negara-negara anggota NATO.
Sekjen NATO, Jens Stoltenberg menekankan NATO perlu secara luwes dan bersedia menghadapi semua ancaman dari darat, laut dan jalan penerbangan, angkasa luar dan ruang siber serta ancaman-ancaman dari badan-badan Negara dan badan-badan bukan Negara, bersamaan itu, menegaskan bahwa NATO memainkan peranan penting dalam perang anti-terorisme dan sedang berkoordinasi dengan mitra-mitra di dunia untuk melatih pasukan-pasukan setempat.
