Negara-negara Asia Tenggara Menanggapi Konflik Antara AS-Israel dan Iran dengan Tindakan Darurat
(VOVWORLD) -Menyusul serangan (28 Februari) oleh AS dan Israel terhadap target di Iran, negara-negara Asia Tenggara, termasuk Thailand, Singapura, dan Malaysia, segera mengaktifkan langkah-langkah untuk melindungi warga negaranya dan menyatakan keprihatinan mendalam tentang stabilitas tatanan dunia.
PM Malaysia Anwar Ibrahim. (foto: Bernama) |
Di Thailand, Kementerian Luar Negeri menerapkan serangkaian langkah darurat, segera membentuk "Ruang Perang" untuk memantau dan menilai situasi 24/7. Pemerintah Thailand terus menjalin kontak erat dengan kedutaan besar di kawasan tersebut untuk segera mengeluarkan peringatan dan panduan kepada warga negara. Selain mendirikan saluran telepon darurat, Thailand juga telah menyiapkan rencana evakuasi dan menyarankan warga negara untuk mempertimbangkan dengan cermat perjalanan ke daerah tersebut kecuali benar-benar diperlukan.
Pemerintah Singapura mengeluarkan peringatan keamanan yang ketat, mendesak warga di Doha (Qatar), Abu Dhabi (UEA), dan Dubai (UEA) untuk tetap di rumah atau di tempat yang aman menyusul laporan ledakan di wilayah tersebut. Sejak kemarin, Singapura telah meningkatkan pemeriksaan keamanan terhadap penumpang, barang, dan kendaraan di semua perbatasan darat, udara, dan laut karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Sementara itu, Malaysia mengutuk keras serangan udara di wilayah Iran serta serangan balasan yang menargetkan negara-negara Teluk lainnya. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyebutnya sebagai "tragedi" baru karena masalah Gaza masih belum terselesaikan. Kementerian Luar Negeri Malaysia telah menyediakan saluran telepon darurat untuk memastikan keselamatan warganya.P