Langkah ini diambil setelah sekelompok penumpang turun dari kapal pesiar MV Hondius pada tanggal 24 April, sesaat sebelum peringatan tentang virus tersebut dikeluarkan. Hingga saat ini, terdapat 8 kasus papaparan virus Hanta dan 3 kasus kematian terkait dengan virus ini.

Badan Kesehatan Afrika Selatan dan Eropa sedang melakukan pelacakan dengan skala besar untuk menemukan orang-orang yang pernah berkontak dengan kelompok penumpang tersebut.

Di Inggris, Badan Keamanan Kesehatan Kerajaan Inggris sedang memperkuat proses pelacakan. Saat ini, ada dua penumpang asal Inggris menjalani isolasi mandiri di rumah sementara satu penumpang lainnya telah dievakuasi dari kapal dan diterbangkan ke Belanda untuk pengobatan.

Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) terus memantau dengan ketat situasi para penumpang berkewarganegaraan AS yang pernah berada di kapal pesiar MV Hondius.

Virus Hanta ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya melalui kontak langsung dengan kotoran atau air liur mereka. Variasi virus Andes yang diidentifikasi di kapal pesiar MV Hondius memiliki tingkat penularan antar manusia yang terbatas dan risikoyang relatif rendah tanpa kontak dekat. Waktu munculnya gejala setelah terpapar dapat mencapai delapan minggu. Gejala klinis meliputi demam, nyeri sekujur tubuh, pendarahan internal, hingga komplikasi serius seperti gagal pernapasan dan gagal ginjal. Para ahli kesehatan mengatakan bahwa situasi saat ini berbeda dengan tahap awal pandemi COVID-19 karena virus Hanta cenderung kurang menular dan mudah dekendalikan penyebarannya.