
Satu gedung telah rusak setelah serangan udara terhadap sasaran-sasaran IS
di kota Fallujah pada 22 Juni
(Foto: AFP/Kantor Berita Vietnam)
Dalam upaya keras untuk menentang IS, pada Jumat (24 Juli), Turki dan AS telah mencapai permufakatan kerjasama untuk membentuk satu zona larangan terbang di Suriah. Sebelumnya, pada Kamis (23 Juli), pesawat-pesawat pemburu F-16 dari Turki telah melakukan serangan udara terhadap sasaran-sasaran IS yang terletak di wilayah Suriah. Gerak-gerik ini berlangsung pada latar belakang ketegangan di kawasan perbatasan yang panjangnya 900 Km antara Turki dengan Suriah ada indikasi eskalasi setelah kekerasan-kekerasan yang dilakukan kaum milisi IS.
Dalam satu perkembangan yang lain pada Jumat (24 Juli), Menlu Suriah, Walid al-Muallem berseru kepada negara-negara Timur Tengah supaya membentuk persekutuan kawasan untuk menghadapi ancaman yang semakin meningkat dari kelompok-kelompok teroris, termasuk IS. Dia juga mengatakan: Persekutuan internasional anti IS pimpinan AS telah gagal, bersamaan mengusulkan agar Iran memainkan peranan utama dalam persekutuan kawasan anti terorisme.
Pada hari yang sama, ketika menerima PerdanaMenteri Mesir, Ibrahim Mahlabo di Ibukota Roma, Menteri Pertahanan Italia, Roberto Pinotti berkomitmen akan mendukung Mesir dalam perang anti terorisme. Dia menegaskan: Mesir merupakan “mitra dan sekutu” yang akrab dari Italia, bersamaan itu menyatakan akan siap berbagi pengalaman dengan Kairo dalam perang anti terorisme. Dia juga memberikan apresiasi terhadap upaya-upaya keras Mesir untuk mencegah terorisme dan intrik-intrik sabotase lain.
