![]() |
Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa telah menganggap masalah itu sebagai “aktivitas hina” dan tidak mencegah Zimbabwe mengadakan pemilihan-pemilihan yang bebas dan damai. Dia memberitahukan bahwa dia telah “Terlalu beken dengan intrik-intrik pembunuhan tersebut”.
Pada hari yang sama, Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah mengutuk serangan yang pernah dianggap oleh komunikasi media negara sebagai pembunuhan. Kedutaan Besar (Kemlu) AS di Zimbabwe memberikan komentar di medos Twitter: “Semua bentuk kekerasan politik tidak bisa diterima”, bertentangan dengan proses membawa negara ke depan dan “merebut posisi di gelangang internasional”. Kemlu Inggris di Zimbabwe juga mengeluarkan pernyataan yang sama.
Serangan telah membuat beberapa orang luka-luka, di antara-nya ada Wakil Presiden Kembo Mohadi, Ketua ZANU-PF, Oppah Muchinguri-Kashiri dan anggota ZANU-PF, Engelbert Rugeje. Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa tidak luka-luka di ledakan ini.

